Minggu, 17 November 2013

transaksi valuta asing

BAB V
TRANSAKSI VALUTA ASING

Pendahuluan
Pada bab ini akan menguraikan masalah yg terkait dengan transaksi valuta asing yang meliputi pengertian mata uang asing; ekuivalen mata uang; alasan perlunya translasi dibuat oleh perusahaan yg transaksinya menggunakan mata uang asing; translasi dibuat dengan menggunakan beberapa metode dan bagaimana pilihan metode ini mempengaruhi laporan keuangan; laporan keuangan translasi.
Mata uang yang bukan alat pembayaran yang sah di suatu negara disebut mata uang asing atau valuta asing. Suatu perusahaan multinasional dapat melakukan perdagangan luar negeri yang tentunya akan melakukan transaksi mata uang asing. Menurut PSA No 10 & 11, bahwa mata uang asing adalah semua mata uang selain mata uang  fungsional dari suatu entitas.
Valuata asing ini dapat ditukar dengan mata uang lokal dengan memakai kurs penjabaran yg berlaku. DI Indonesia  yg kini menganut floating rate system (kurs mengambang), kurs yg ditetapkan setiap hari oleh Bank Sentral (Bank Indonesia). Kurs tersebut digunakan baik dalam pertukaran fisik mata uang maupun dalam penjabaran untuk pelaporan keuangan perusahaan afiliasi di luar negeri. Dalam melaksanakan ini diperlukan sejumlah terminologi baku seperti diuraikan berikut ini.

5.1  Ekuivalensi Mata Uang
Terminologi
Guna membedakan jenis kegiatan dalam penentuan ekuivalensi mata uang negara yg berbeda-beda beserta hasilnya digunakan terminologi (istilah) baku. Kegiatan itu dapat berupa penjabaran, pertukaran atau pengukuran kembali. Media untuk melakukan kegiatan itu adalah kurs yg ditentukan oleh BI sesuai dengan tingkat folatilitas nilai pasar sesuatu mata uang. Istilah-istilah baku kegiatan yg dimaksud dijelaskan satu persatu sebagai berikut.
Translasi. Penjabaran sesuatu mata uang ke mata uang yg lain berdasarkan sesuatu kurs pertukaran disebut translasi. Translasi semata-mata penjabaran antar mata uang, tanpa terjadi pertukaran fisik. Laporan keuangan anak perusahaan yg telah disusun dalam denominasi mata uang asing, harus ditranslasi ke mata uang pelaporan ketika membuat laporan keuangan konsolodasi. Saldo-saldo valuta asing sesuatu perusahaan pada saat menyusun laporan keuangan ditranslasi ke ekuivalen mata uang domestik. Jadi, translasi tidak sama dengan konversi.
Konversi. Bila terjadi transaksi yg mengakibatkan pertukaran fisik antar mata uang maka kejadian itu disebut konversi. Bila seseorang mau bepergian keluar negeri, misalnya ke AS, ia harus menukarkan rupiah miliknya ke dolar AS. Kegiatan ini disebut dengan konversi karena terjadi transaksi pertukaran fisik mata uang negara yg berbeda. Mata uang negara pedagang utama, misalnya dolar AS dibeli dan dijual atau diperdagangkan dengan pertukaran fisik di pasar global. Melalui jaringan telekomunikasi mutakhir, peserta pasar termasuk bank-bank dan pedagang uang, perusahaan, perorangan dan pedagang profesional dihubungkan. Dengan penyediaan tempat bagi pembeli atau penjual valas,pasar pertukaran valas memfasilitasi transfer pembayaran internasional (misalnya dari importir ke eskportir). Ini memungkinkan kredit pembelian dan penjualan internasional (misalnya dengan L/C bank) dan menyediakan sarana penghindaran risiko fluktuasi nilai mata uang bagi perorangan atau perusahaan. Transaksi valas dapat terjadi di pasar spot, forward, atau swap.
Pasar Spot. Jika valuta yg dibeli dan dijual tersebut harus diserahkan dalam 2 hari maka disebut transaksi terjadi di pasar spot berdasarkan kurs spot. Nilai tukar di pasar spot dapat dinyatakan dalam dua cara, yaitu: kuotasi langsung ataupun kuotasi tidak langsungKurs spot langsung jika harga dolar dalam rupiah: $1 = Rp9.000. Sebaliknya kurs spot tidak langsung, jika harga rupiah dalam dolar: Rp1 = $0.0001111111111. Translasi saldo valas mudah dihitung, baik langsung ataupun tidak. Ekuivalen dolar terhadapsaldo kas rupiah anak perusahaan AS di Jakarta per 31 Desemebr Rp100.000.000.000 dengan kurs spot langsung adalah Rp100.000.000 x $0.0001111111111 = $11,111.00 dan tidak langsung Rp100.000.000 : Rp9.000 = $11,111.11. Bila penyerahan valas yg dibeli bukan dalam 2 hari tetapi dalam hitungan bulan kedepan maka ini bukan lagi spot melainkan forward.
Pasar forward. Transaksi di pasar forward adalah kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu sesuatu mata uang dengan mata uang yg lain di masayg akan datang. Kuotasi pasar forward dinyatakan dalam diskon atau premiu. Kurs pedagang untuk sesuatu mata uang asing dan ask quote adalah kurs yg diminta dealer yg menjual sesuaqtu mata uang asing. Jika spot rupiah ditawarkan 40.0001111111111 sedangakan forward rupiah enambulan akibat tingkat suku bunga yg lebih rendah di Indonesia atau ekspektasi akan jatuhnya rupiah, maka kurs rupiah forward 6 bulan ditawarkan $0.0001176470588 dijual pada premium 11,76% di AS. Premium dihitung sebagai berikut: forward premium (diskon – (kurs forwrd – kurs spot) / kurs spot x 12/n, yaitu: n adalah jumlah bulan kontrak. Jadi ($0,0001176470588 - $0,000111111111) / $0,0001111111111 x 12/6 = 11,76%. Jika rupiah dicatat tidak langsung maka premium dihitung: forward premium (diskon) = (kurs spot – kurs forward) / kurs spot x 12/n atau (Rp8.500 – Rp9.000) / Rp8.500 x 12/6 = 11,76%. Pembayaran berdasarkan kurs forward dilakukan biasanya satu, dua, tiga, enam, atau dua belas bulan ke depan.
Transaksi swap. Ini adalah transaksi bila pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot dan pembelian forward suatu mata uang terjadi bersamaan. Investor menggunakan transaksi swap untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan bunga di luar negeri. Karena keserentakan transaksi beli dengan jual, mereka terlindungi terhadap perubahan-perubahan kurs pertukaran. Misalnya, kurs spot kuotasi langsung $1 = Rp9.000 sedang kurs 6 bulan forward $1 = Rp8.500. Perbedaannya adalah Rp9.000 – Rp8,500 = Rp500 sebagai keuntungan setiap penjualan $1.
Spread. Mata uang negara pedagang utama (major trading nations) umumnya diperjualbelikan di pasar seluruh dunia. Pembeli dan penjual mengharapkan laba dari transaksi jual beli mata uang itu melalui selisih harga. Laba yg diperoleh dari perbedaan harga pembelian dengan harga jual disebut spread.
Valuta fungsional. Ini adalah valuta utama sebuah perusahaan dalam melakukan operasinya di luar negeri; biasanya valuta negara negara tempat operasi perusahaan yg bersangkutan.
5.2   Alasan Translasi
Alasan utama translasi valas adalah penyusunan laporan keuangan konsolidasi perusahaan-perusahaan induk yg beroperasi signifikan di luar negeri. Laporan keunangan konsolidasi tidak dapat disusun  tanpa terlebih dahulu akun ana-anak perusahaan yg dinyatakan dalammata uang yg sama dengan induk. Secara tradisional mata uang yg sama adalah mata uang pelaporan perusahaan induk.
Alasan lain mentraslasi valas adalah (1) mencatat transaksi valas, (2) melaporkan hasil operasi independen di luar negeri. Transaksi valas, misalnya dalam hal importir Kanada membeli barang dari Cina, harus ditranslasi karena laporan keuangan tidak dapat disusun dari akun yg dinyatakan lebih dari satu valuta.

5.3   Metode Translasi dan Pengaruhnya pada Laporan Keuangan
Dalam mentraslasi valas dapat digunakan berbagai metode yg digolongkan dalam dua tipe: metode single rate dan metode multiple rate.

METODE SINGLE RATE
            Metode ini menarik dan sederhana tapi banyak diperdebatkan, karena menyajikan hasil-hasil operasi untuk keuntungan pemegang saham perusahaan induk. Misalnya sebuah afiliasi MNC AS di luar negeri membeli sebidang tanah pada suatu awal periode dengan harga VA1.000.000. kurs pertukaran (kurs historis adalah VA1 = $1). Jadi harga historis tanah itu adalah $1.000.000. karena perubahan harga, tanah naik menjadi VA1.500.000 (tidak diakui berdasarkan U.S. GAAp) sedang pada akhir kurs turun menjadi VA1,4 - $1. Jika aset valas dijabarkan ke dolar AS akan dicatat $714,286 berarti terjadi kerugian $285,714 akan tetapi pertambahan nilai pasar tanah menunjukkan jumlah $1,071,285 (VA1,500,000 : VA1,4) ini mengindikasikan bahwa nilai aset yg dijabarkan tidak ada artinya tanpa penyesuaian tingkat harga lokal terlebih dahulu. Juga traslasi jumlah harga historis dengan kurs pertukaran harga pasar sekarang $714,286 menghasilkan jumlah yg tidak sama baik harga historis ($1,000,000 maupun nilai pasar sekarang ($1,071,285).
            Menjabarkan semua saldo valas dengan kurs current menghasilkan keuntungan dan kerugian traslasi pada setiap kali terjadi perubahan kurs pertukaran. Mencerminkan penyesuaian pertukaran demikian dalam penghasilan sekarang dapat menyebabkan penyimpangan ukuran yg dilaporkan. Banyak dari keuntungan dan kerugian ini boleh jadi tidak pernah secara penuh direalisasi karena perubahan dalam kurs pertukaran sering berbalik arah.

MULTIPLE RATE
Metode current non-current. aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri ditraslasi ke dalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan kurs yg berlaku. Aset dan kewajiban non-lancar ditraslasi dengan kurs historis. Unsur-unsur laporan laba rugi, kecuali beban depresiasi dan amortisasi ditraslasi dengan memakai kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau dengan basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yg akan dilaporkan. Beban depresiasi dan amortisasi ditraslasi dengan memakai kurs historis yg berlaku pada saat aset yg bersangkutan diperoleh.
Metode moneter-nonmoneter. Aset dan kewajiban moneter (kas, piutang dan utang termasuk utang jangka panjang) ditraslasi memakai kurs berlaku. Unsur-unsur nonmoneter (aset tetap, investasi jangka panjang dan persediaan) ditranslasi menggunakan kurs historis. Unsur-unsur labarugi ditranslasi dengan prosedur yg sama dengan prosedur yg telah dijelaskan bagi kerangka metode kurs berlaku historis.
Metode temporal. Uang, piutang, dan utang diukur pada jumlah yg dijanjikan seharusnya ditraslasi memakai kurs berlaku pada tanggal neraca. Aset dan kewajiban yg diukur pada harga uang seharusnya ditraslasi memakai kurs yg berlaku pada tanggal yg berkenaan dengan harga uang tersebut. Jadi unsur-unsur nonmoneter, ditraslasi dengan kurs yg sesuai dg basis pengukuran aslinya. Secara khusus, aset yg tercatat dalamlaporan keuangan valas berbasis biaya historis  ditraslasi memakai kurs historis.
Tabel 5.1: kurs pertukaran digunakan dalam metode translasi berbeda untuk pos-pos neraca khusus.

Current
Rate
Current
Non current
Monetary non
Monetary
Temporal

Kas
C
C
C
C
Piutang
C
C
C
C
Persediaan (at cost)
     Cost
     Market

C
C

C
C

H
H

H
C
Investasi jangka panjang
     Cost
     Market

C
C

H
H

H
H

H
C
Aset tetap
C
H
H
H
Aset lainnya
C
H
H
H
Utang lancar
C
C
C
C
Utang jangka panjang
C
H
C
C
Saham biasa
H
H
H
H
Saldo laba
*
*
*
*
C = kurs berlaku (current rate
H = kurs historis
*     = balancing (residual) figure representing a composite of successive current rate

5.4   Pengaruh Translasi pada Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Anak Perusahaan AS di Indonesia
Tabel 5.2: Neraca Anak Perusahaan AS di Indonesia

Rp
$0.000125 =
Rp1 sebelum
Devaluasi
$0.000100 =
Rp1 kurs
Berlaku
$0.000100 =
Rp1 current
Non-current
$0.000100 =
Rp1 monetary
Non-monetary
$0.000100 =
Rp1 temporal
Kas
600.000
75
60
60
60
60
Piutang
1.200.000
150
120
120
120
120
Persediaan
1.800.000
225
180
180
225
180a
Aktiiva tetap
3.600.000
450
360
450
450
450
Total
7.200.000
900
720
810
855
810
Utang
1.800.000
225
180
180
180
180
Utang j  pjng
2.400.000
300
240
200
240
240
Modal saham
3.000.000
375
300
330
435
390
Total
7200.000
900
720
810
855
810
Esposure akuntansi (Rp)
3.000.000
1.800.000
(2.400.000)
(600.000)
Keuntungan/kerugian translasi ($)
(750
(45)
60
15
Catatan jika kurs pertukaran tidak berubah, laporan yg ditranslasi akan sama semua metode translasi.
a = asumsikan persediaan berdasarkan mana yg lebih rendah harga pokok atau harga pasar. Jika didasarkan pada biaya historis neracantemporal identik dengan metode monetary non-monetary.

Pada tabel di atas, neraca hipotesis sebuah anak perusahaan multinasional AS di Indonesia menunjukkan jumlah-jumlah rupiah pada kolom pertama dan pada kolom kedua adalah dolar AS ekuivalen saldo-saldo rupiah ketika kurs Rp1 = $0.000125 atau Rp8.000 = $1. Jika rupiah mengalami depresiasi 25%:  maka kurs menjadi Rp1 = $0.000100 atau Rp10.000 = $1 dengan hasil translasi sebagai berikut:
Kurs berlaku (current rate) menghasilkan (a) exposure akuntansi Rp7.200.000.000 – Rp4.200.000.000 = Rp3.000.000.000 dan (b) kerugian translasi ($375,000 - $300,000 = $75,000. Current-noncurrent dengan rupiah net current assets atau liability position menghasilkan (a) exposure akuntansi Rp600.000.000 +  Rp1.200.000.000 + Rp1.800.000.000 – Rp1.800.000.000 = Rp1.800.000.000 dan (b) kerugian translasi  $375,000 - $330,000 = $45,000.
            Monetary-nonmonetary adalah rupiah monetary assets atau liability position menghasilkan (a) Rp600.000.000 + Rp1.200.000.000 – Rp1.800.000.000 – Rp2.400.000.000 = (Rp2.400.000.000) dan (b0 keuntungan translasi $435,000 - $375,000 = $60,000.
            Temporal menghasilkan (a) exposure akuntansi Rp3.000.000.000 – Rp3.600.000.000 = (Rp600.000.000) dan (b) keuntungan translasi $390,000 - $375,000 = $15,000, karena modal dan aset tetap rentan (terbuka) terhadap perubahan kurs.
Tabel 5.3:Laporan Penghasilan (rugi) anak perusahaan AS di Indonesia            (dalam 000)


Rp
$0.000125 =
Rp1 sebelum
Devaluasi
$0.000100 =
Rp1 kurs
Berlaku
$0.000100 =
Rp1 current
Non-current
$0.000100 =
Rp1 monetary
Non-monetary
$0.000100 =
Rp1 temporal
Penjualan
8.000.000
1.000
800
800
800
800
HPP
4.000.000
500
400
400
500
500*
Depresiasi**
   360.000
45
36
45
45
45
Beban lainnya
1.600.000
200
160
160
160
160
Penghasilan sebelum PPh

2.040.000
255
204
195
95
95
PPh (30%)
612.000
(76,5)
(61,2)
(61,2)
(61,2)
(61,2)
Keuntungan/kerugian translasi***

-

-

(75)

(45)

60

15
Penghasilan (rugi) bersih

1.428.000

178,\.5

67.8

88.8

(26.2)

(48.8)
Catatan: contoh ini mengasumsikan bahwa laporan laba rugi disiapkan setelah devaluasi
*         = mengasumsikan bahwa persediaan dicatat pada harga pasar pada akhir periode
**  = Estimasi usia aset tetap diasumsikan 10 tahun
***= contoh ini mencerminkan bagaimana laba akan terlihat senadainya semua keuntungan atau kerugian  traslasi segeri direfleksikan dalam penghasilan berjalan.


5.5    Laporan Keuangan Valuta Asing
Translasi jika valuata lokal sebagai valuta fungsional. Berdasarkan FAS No.52/IAS
(1)   Semua aset dan kewajiban valuata asing ditraslasi kedolar memakai kurs yg berlaku pada tanggal neraca; akun-akun modal ditraslasi dengan kurs historis (current-noncurrent).
(2)   Pendapatan dan beban ditraslasi memakai kurs yg berlaku pada tanggal transaksi; walaupun untuk tujuan percepatan kurs rata-rata tertimbang boleh digunakan.
(3)   Keuntungan dan kerugian traslasi dilaporkan dalam komponen terpisah ekuitas pemegang saham konsolidasi. Penyesuaian pertukaran ini tidak dimasukkan ke laporan laba rugi sampai operasi luar negeri dijual atau jika diketahui investasi telah mengalami penurunan.
Sebagai ilustrasi pada berikut ini, laoran keuangan komparatif 31/12/20X1 dan 20X2 C&M Corp. (anak perusahaan AS dengan pemilikan 100%) dan laporan laba rugi untuk tahun yg berakhir 31/12/20X2 disajikan sebelum dan sesudah translasi ke dolar. Modal saham diterbitkan dan aset tetap diperoleh pada saat kurs VA1 = $.17. Persediaan yg ada pada tanggal 1/1/20X2 diperoleh selama kuartal keempat tahun 20X1. Pembelian (VA6.250), penjualan,
beban lain dan dividen (VA690) terjadi secara merata selama 20X2. Laba ditahan dalam dolar AS per 31/12/20X1 berdasarkan metode temporal adalah $316a, berdasarkan metode berlaku $856. Kurs-kurs untuk tahun kelender 20X2 adalah sebagai berikut:

            1/1/20X2                                                         VA1 = $.23
            31/12/20X2                                                     VA1 = $.18
            Rata-rata selama tahun 20X2                          VA1 = $.22
            Rata-rata selama kuartal ke-4 20X1                VA1 = $.23
            Rata-rata selam kuartalke-4, 20X2                 VA1 = $.19

Tabel 5.4: Laporan Keuangan C&M

Sebelum traslasi
Setelah traslasi
Neraca
31/12/20x1
31/12/20X2
Kurs
Ekuivalen dolar
Kas
VA           300
VA           500
$.18
$              90
Piutang (neto)
1.300
1.000
.18
180
Persediaan (lower of FIFO or market

1.200

1.500

.18

270
Aktiva tetap
9./000
8.000
.18
.1440

VA      11.800
VA    11.000

$         1.980
Utang
VA        2.200
VA       2.400
.18
$            432
Utang jangka panjang
4.400
3.000
.18
540
Modal
2.000
2.000
.17
540
Saldolaba
3.200
3.600
a
404*
Penyesuaian translasi (kumulatif)
B
264**
Total
VA      11.800
VA      11.000
$1.980

Laporam Penghasilan tahun yang berakhir 31/12/20X2

Penjualan

VA      10.000
.22
$       2.200
Beban:
     HPP
     Penyusutan (garis lurus)
     Lain-lain

5.950
1.000
1.493



(8.443)

.22
.22
.22

(1.309)
(220)
(328)
Laba operasi

VA      1.557

$         343
PPh

(467)

(103)
     Penghasilan bersih

VA      1.090

$          240
Saldo laba 31/12/20X1

3.200

316a
Kurangi dividen

(690)
.22
(152)
Saldo laba 31/12/20X2

VA      3.600

VA       404*
A = temporal
*     =  saldo laba setelah translasi
** = penyesuaian translasi kumulatif dihitung 2 tahap pada (1) awal tahun dan (2) tahun berjalan.


Tabel 5.5 Perhitungan penyesuaian traslasi (kumulatif) sebesar $264 dilakukan sebagai berikut:

Penyesuaian translasi kumulatif pada awal tahun
Aset bersih 31/12/20X1

VA5.200
Dikalikan kurs per 31/12/20X1 (VA1=$.23)

X   $.23


$     1.196
Kurangi: seperti dilaporkan dalam modal 31/12/20X1:

Modal saham VA1=$.17
$  340

Laba ditahan (temporal)
316
656
Penyesuaian translasi kumulatif 1/1/20X2

$540

Penyesuaian translasi kumulatif pada tahun berjalan
Aset bersih 31/12/20X1

VA   520

Dikalikan dengan perubahan kurs berlaku
     Kurs 31/12/20X1
     Kurs 31/12/20X2

VA1 = $.23
VA1 = $.18


X    $(.05)


   (260)
Perubahan dalam aset bersih tahun 20X2

VA    400

(laba bersih dikurangi dividen)



Dikalikan dg perbedaan kurs rata-rata dan kurs akhir tahun:
     Kurs rata-rata

VA1 = $.22
VA1 = $.18


X  $(.04)
$   (160
Total


$   (276)
Catatan: Penyesuaian translasi kumulatif final untuk tahun 20X2 adalah $264, yaitu berasal dari penambahan penyesuaian translasi tahun 20X2 ($275) atas saldo awal ($540).

Translasi jika dolar AS sebagai valuta fungsional. Dalam hal ini laporan keuangan valuta asing ditraslasi ke dolar menggunakan metode temporal sesuai dengan FAS No.8, yaitu:
1.      Aset dan kewajiban moneter ditraslasi menggunakan kurs yg berlaku pada tanggal laporan keuangan; unsur-unsur non-moneter termasuk akun-akun modal ditranslasikan dg kurs historis.
2.      Pendapatan dan beban ditranslasi memakai kurs rata-rata untuk periode yg dimaksud kecuali unsur-unsur yg berkaitan dg unsur-unsur nonmoneter (seperti: hpp dan beban depresiasi) yg ditranslasi memakai kurs historis.
3.      Keuntungan dan kerugian translasi dimasukkan ke dalam laba berjalan.
Tabel 5.6: Metode temporal (dolar AS sebagai valuta fungsional)


Valuta asing
Kurs
Ekuivalen dolar
Akun-akun Neraca
Aset
Kas


VA          500


$.18


$           90
Piutang
1.000
.18
180
Persediaan
1.500
.19
285
Aset tetap
8.000
.17
1.360
   Total
VA      11.000

$      1.915
Kewajiban dan modal
Utang

VA        2.400

.18

$         432
Utang jangka panjang
3.000
.18
540
Modal
2.000
.17
340
Laba ditahan
3.600
a
340
Penyesuaian translasi (kumulatif)
-
b
-
    Total
VA       11.000

$      1.915
Akun-akun laporan Laba rugi
Penjualan

VA       10.000

.22

$       2.200
HPP
(5.950)
c
(1.366)
Penyusutan (garis lurus)
(1.000)
.17
(170)
Lain-lain
(1.493)
.22
(328)
Keuntungan/kerugian pertukaran agregat
-
d
206
Pajak penghasila
(467)
.22
(103)
Laba bersih
VA       1.090

$       439
Laba ditahan 31/12/20X1
3.200

316
Kurang: dividen
(690)
.22
(152)
Laba ditahan 31/12/20X2
VA        3.600

$        603
a lihat laporan laba rugi dan laba ditahan
b dalam metode temporal penyesuaian translasi (keuntungan dan kerugian) muncul
   secara langsung dalam laporan konsolidasi bukan dalam modal
c ekuivalen dolar dari harga pokok penjualan diperoleh dengan mentranslasikan komponen
   komponen harga pokok penjualan, yaitu pembelian atau biaya produksi ditambah
   persediaan awal dan dikurangi persediaan akhir, menggunakan kurs yg sesuai.


Persediaan awal                                               VA1.200  x  $.23 =      $   276
Pembelian                                                        VA6.250  x  $.22 =    $1.375
Harga pokok barang tersedia untuk dijual                                            $1.651
Persediaan akhir                                              VA1.500  x  $.19 =      $  285
Harga pokok penjualan                                                                        $1.366
d  Angka keuntungan/kerugian agregat menggabungkan keuntungan dan kerugian transaksi dengan keuntungan/kerugian translasi


perhitungan penyesuasian pertukaran yg menggabungkan keuntungan/kerugian transaksi dg keuntungan/kerugian translasi sebagai berikut:
      = Aset moneter – kewajiban moneter 31/12/20X1  x  perubahan kurs berlaku
      = VA1.600 – VA6.600  x  ($.18 - $.23)  =  $250
Ini dilanjutkan dg menghitung perubahan dalam posisi aset moneter neto
      31/12/20X1                       VA(5.000)
      31/12/20X2                       VA(3.900)
                                                VA 1.100
Komposisi perubahan:
Sumber unsur moneter x perbedaan antara kurs akhir tahun dengan kurs rata-rata:
      Laba bersih                        VA 1.090
      Penyusutan                        VA 1.000
                                                VA 2.090 x ($.18 - $.22) = $(84)
Penggunaan unsur moneter x perbedaan antara kurs akhir tahun dengan kurs rata-rata:
      Peningkatan persediaan    VA  300
      Dividen                             VA  690
                                                VA  990  x  ($.18 - $.22)  =  $40
Dengan demikian maka penyusutan pertukaran agreagat adalah jumlah dari setiap keuntungan atau kerugian transaksi dengan komponen-komponen individual di atas, yaitu $250 + $(84) + $40 = $206.



5.6  Penutup
            Perusahanaan dengan operasi luarnegeri yg signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pem aca laporan untuk mendapatkan pemahaman yg holistikatas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri. Untuk mencapai hal ini laporan keuangan anak perusahaan yg berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut sebagai translasi.
            Transaksi mata Ung asing terjadi pada pasar spot, forward atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja.          
            Ada empat metode yg dapat digunakan untuk mentranslasi laporan keuangan yg dinyatakan dalam mata uang asing,yaitu: current rate method, current-noncurrent method, monetary-nonmonetary method dan temporal method.

Test/Umpan balik

1.      Definisikan yang dimaksud dengan transaksi mata uang asing!
2.      Catat persamaan dan perbedaan antara current-noncurrent method dengan monetary-nonmonetary method!
3.      Benarkah pernyataan bahwa tanpa translasi, perusahaan yg mempunyai ccabang atau anak di luar negeri tak dapt menyusun laporan keuangan.

4.      Sebutkan perbedaan antara pasar spot dan swap.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar