BAB V
TRANSAKSI
VALUTA ASING
Pendahuluan
Pada bab ini
akan menguraikan masalah yg terkait dengan transaksi valuta asing yang meliputi
pengertian mata uang asing; ekuivalen mata uang; alasan perlunya translasi
dibuat oleh perusahaan yg transaksinya menggunakan mata uang asing; translasi
dibuat dengan menggunakan beberapa metode dan bagaimana pilihan
metode ini mempengaruhi laporan keuangan; laporan keuangan translasi.
Mata uang
yang bukan alat pembayaran yang sah di suatu negara disebut mata uang asing atau
valuta asing. Suatu perusahaan multinasional dapat melakukan perdagangan luar
negeri yang tentunya akan melakukan transaksi mata uang asing. Menurut PSA
No 10 & 11, bahwa mata uang asing adalah semua mata uang selain mata
uang fungsional dari suatu entitas.
Valuata asing ini dapat ditukar dengan mata uang lokal
dengan memakai kurs penjabaran yg berlaku. DI Indonesia yg kini menganut floating rate system (kurs mengambang), kurs yg ditetapkan setiap
hari oleh Bank Sentral (Bank Indonesia). Kurs tersebut digunakan baik dalam
pertukaran fisik mata uang maupun dalam penjabaran untuk pelaporan keuangan
perusahaan afiliasi di luar negeri. Dalam melaksanakan ini diperlukan sejumlah
terminologi baku seperti diuraikan berikut ini.
5.1 Ekuivalensi Mata
Uang
Terminologi
Guna membedakan jenis kegiatan
dalam penentuan ekuivalensi mata uang negara yg
berbeda-beda beserta hasilnya digunakan terminologi
(istilah) baku. Kegiatan itu dapat berupa penjabaran, pertukaran atau
pengukuran kembali. Media untuk melakukan kegiatan itu adalah kurs yg
ditentukan oleh BI sesuai dengan tingkat folatilitas nilai pasar sesuatu mata
uang. Istilah-istilah baku kegiatan yg dimaksud dijelaskan satu persatu sebagai
berikut.
Translasi. Penjabaran
sesuatu mata uang ke mata uang yg lain berdasarkan sesuatu kurs pertukaran
disebut translasi. Translasi semata-mata penjabaran antar mata uang, tanpa
terjadi pertukaran fisik. Laporan keuangan anak perusahaan yg telah disusun
dalam denominasi mata uang asing, harus ditranslasi ke mata uang pelaporan ketika
membuat laporan keuangan konsolodasi. Saldo-saldo valuta asing sesuatu
perusahaan pada saat menyusun laporan keuangan ditranslasi
ke ekuivalen mata uang domestik. Jadi, translasi tidak
sama dengan konversi.
Konversi. Bila terjadi
transaksi yg mengakibatkan pertukaran fisik antar mata uang maka kejadian itu
disebut konversi. Bila seseorang mau bepergian keluar negeri, misalnya ke AS,
ia harus menukarkan rupiah miliknya ke dolar AS. Kegiatan ini disebut dengan
konversi karena terjadi transaksi pertukaran fisik mata uang negara yg berbeda.
Mata uang negara pedagang utama, misalnya dolar AS dibeli dan dijual atau
diperdagangkan dengan pertukaran fisik di pasar global. Melalui jaringan
telekomunikasi mutakhir, peserta pasar termasuk bank-bank dan pedagang uang,
perusahaan, perorangan dan pedagang profesional dihubungkan. Dengan penyediaan
tempat bagi pembeli atau penjual valas,pasar pertukaran valas memfasilitasi
transfer pembayaran internasional (misalnya dari importir ke eskportir). Ini
memungkinkan kredit pembelian dan penjualan internasional (misalnya dengan L/C
bank) dan menyediakan sarana penghindaran risiko fluktuasi nilai mata uang bagi
perorangan atau perusahaan. Transaksi valas dapat terjadi di pasar spot, forward, atau swap.
Pasar Spot. Jika
valuta yg dibeli dan dijual tersebut harus diserahkan dalam 2 hari maka disebut
transaksi terjadi di pasar spot berdasarkan kurs spot. Nilai tukar di pasar
spot dapat dinyatakan dalam dua cara, yaitu: kuotasi langsung ataupun kuotasi
tidak langsungKurs spot langsung jika harga dolar dalam rupiah: $1 = Rp9.000.
Sebaliknya kurs spot tidak langsung, jika harga rupiah dalam dolar: Rp1 =
$0.0001111111111. Translasi saldo valas mudah dihitung, baik langsung ataupun
tidak. Ekuivalen dolar terhadapsaldo kas rupiah anak perusahaan AS di Jakarta
per 31 Desemebr Rp100.000.000.000 dengan kurs spot langsung adalah
Rp100.000.000 x $0.0001111111111 = $11,111.00 dan tidak langsung Rp100.000.000
: Rp9.000 = $11,111.11. Bila penyerahan valas yg dibeli bukan dalam 2 hari
tetapi dalam hitungan bulan kedepan maka ini bukan lagi spot melainkan forward.
Pasar forward. Transaksi
di pasar forward adalah kesepakatan mempertukarkan jumlah tertentu sesuatu mata
uang dengan mata uang yg lain di masayg akan datang. Kuotasi pasar forward
dinyatakan dalam diskon atau premiu. Kurs pedagang untuk sesuatu mata uang
asing dan ask quote adalah kurs yg
diminta dealer yg menjual sesuaqtu mata uang asing. Jika spot rupiah ditawarkan
40.0001111111111 sedangakan forward rupiah enambulan akibat tingkat suku bunga
yg lebih rendah di Indonesia atau ekspektasi akan jatuhnya rupiah, maka kurs
rupiah forward 6 bulan ditawarkan $0.0001176470588 dijual pada premium 11,76%
di AS. Premium dihitung sebagai berikut: forward
premium (diskon – (kurs forwrd – kurs spot) / kurs
spot x 12/n, yaitu: n adalah jumlah bulan kontrak. Jadi ($0,0001176470588 -
$0,000111111111) / $0,0001111111111 x 12/6 = 11,76%. Jika rupiah dicatat tidak
langsung maka premium dihitung: forward premium (diskon) = (kurs spot – kurs
forward) / kurs spot x 12/n atau (Rp8.500 – Rp9.000) / Rp8.500 x 12/6 = 11,76%.
Pembayaran berdasarkan kurs forward dilakukan biasanya satu, dua, tiga, enam,
atau dua belas bulan ke depan.
Transaksi swap. Ini
adalah transaksi bila pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot dan pembelian forward suatu mata uang terjadi bersamaan. Investor
menggunakan transaksi swap untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan bunga di
luar negeri. Karena keserentakan transaksi beli dengan jual, mereka terlindungi
terhadap perubahan-perubahan kurs pertukaran. Misalnya, kurs spot kuotasi
langsung $1 = Rp9.000 sedang kurs 6 bulan forward $1 =
Rp8.500. Perbedaannya adalah Rp9.000 – Rp8,500 = Rp500 sebagai keuntungan
setiap penjualan $1.
Spread. Mata uang
negara pedagang utama (major trading
nations) umumnya diperjualbelikan di pasar seluruh dunia. Pembeli dan
penjual mengharapkan laba dari transaksi jual beli mata uang itu melalui
selisih harga. Laba yg diperoleh dari perbedaan harga pembelian dengan harga
jual disebut spread.
Valuta fungsional. Ini
adalah valuta utama sebuah perusahaan dalam melakukan operasinya di luar
negeri; biasanya valuta negara negara tempat operasi perusahaan yg
bersangkutan.
5.2 Alasan Translasi
Alasan
utama translasi valas adalah penyusunan laporan keuangan konsolidasi
perusahaan-perusahaan induk yg beroperasi signifikan di luar negeri. Laporan
keunangan konsolidasi tidak dapat disusun
tanpa terlebih dahulu akun ana-anak perusahaan yg dinyatakan dalammata
uang yg sama dengan induk. Secara tradisional mata uang yg sama adalah mata
uang pelaporan perusahaan induk.
Alasan
lain mentraslasi valas adalah (1) mencatat transaksi valas, (2) melaporkan
hasil operasi independen di luar negeri. Transaksi valas, misalnya dalam hal
importir Kanada membeli barang dari Cina, harus ditranslasi karena laporan
keuangan tidak dapat disusun dari akun yg dinyatakan lebih dari satu valuta.
5.3 Metode
Translasi dan Pengaruhnya pada Laporan Keuangan
Dalam mentraslasi valas dapat
digunakan berbagai metode yg digolongkan dalam dua tipe: metode single rate dan metode multiple rate.
METODE SINGLE RATE
Metode
ini menarik dan sederhana tapi banyak diperdebatkan, karena menyajikan
hasil-hasil operasi untuk keuntungan pemegang saham perusahaan
induk. Misalnya sebuah afiliasi MNC AS di luar negeri membeli sebidang tanah
pada suatu awal periode dengan harga VA1.000.000. kurs pertukaran (kurs
historis adalah VA1 = $1). Jadi harga historis tanah itu adalah $1.000.000. karena perubahan harga, tanah naik menjadi VA1.500.000 (tidak
diakui berdasarkan U.S. GAAp) sedang pada akhir kurs turun menjadi VA1,4 - $1.
Jika aset valas dijabarkan ke dolar AS akan dicatat $714,286 berarti terjadi
kerugian $285,714 akan tetapi pertambahan nilai pasar tanah menunjukkan jumlah
$1,071,285 (VA1,500,000 : VA1,4) ini mengindikasikan bahwa nilai aset yg
dijabarkan tidak ada artinya tanpa penyesuaian tingkat harga lokal terlebih dahulu. Juga traslasi jumlah harga historis dengan kurs
pertukaran harga pasar sekarang $714,286 menghasilkan jumlah yg tidak sama baik
harga historis ($1,000,000 maupun nilai pasar sekarang ($1,071,285).
Menjabarkan
semua saldo valas dengan kurs current
menghasilkan keuntungan dan kerugian traslasi pada setiap kali terjadi
perubahan kurs pertukaran. Mencerminkan penyesuaian pertukaran demikian dalam
penghasilan sekarang dapat menyebabkan penyimpangan ukuran yg
dilaporkan. Banyak dari keuntungan dan kerugian ini boleh jadi tidak pernah
secara penuh direalisasi karena perubahan dalam kurs pertukaran sering berbalik arah.
MULTIPLE RATE
Metode current non-current. aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri ditraslasi
ke dalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan
kurs yg berlaku. Aset dan kewajiban non-lancar ditraslasi dengan kurs historis.
Unsur-unsur laporan laba rugi, kecuali beban depresiasi dan amortisasi
ditraslasi dengan memakai kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau
dengan basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yg akan dilaporkan. Beban depresiasi dan amortisasi ditraslasi dengan memakai kurs
historis yg berlaku pada saat aset yg bersangkutan diperoleh.
Metode moneter-nonmoneter. Aset dan kewajiban moneter (kas, piutang dan utang termasuk utang jangka
panjang) ditraslasi memakai kurs berlaku. Unsur-unsur nonmoneter (aset tetap,
investasi jangka panjang dan persediaan) ditranslasi menggunakan kurs historis.
Unsur-unsur labarugi ditranslasi dengan prosedur yg sama dengan prosedur yg
telah dijelaskan bagi kerangka metode kurs berlaku historis.
Metode temporal. Uang,
piutang, dan utang diukur pada jumlah yg dijanjikan seharusnya
ditraslasi memakai kurs berlaku pada tanggal neraca. Aset dan kewajiban yg
diukur pada harga uang seharusnya ditraslasi memakai kurs yg berlaku pada
tanggal yg berkenaan dengan harga uang tersebut. Jadi unsur-unsur nonmoneter,
ditraslasi dengan kurs yg sesuai dg basis pengukuran aslinya. Secara khusus,
aset yg tercatat dalamlaporan keuangan valas berbasis biaya historis ditraslasi memakai kurs historis.
Tabel 5.1:
kurs pertukaran digunakan dalam metode translasi berbeda untuk pos-pos neraca
khusus.
|
|
Current
Rate
|
Current
Non current
|
Monetary non
Monetary
|
Temporal
|
|
Kas
|
C
|
C
|
C
|
C
|
|
Piutang
|
C
|
C
|
C
|
C
|
|
Persediaan (at cost)
Cost
Market
|
C
C
|
C
C
|
H
H
|
H
C
|
|
Investasi jangka panjang
Cost
Market
|
C
C
|
H
H
|
H
H
|
H
C
|
|
Aset tetap
|
C
|
H
|
H
|
H
|
|
Aset lainnya
|
C
|
H
|
H
|
H
|
|
Utang lancar
|
C
|
C
|
C
|
C
|
|
Utang jangka panjang
|
C
|
H
|
C
|
C
|
|
Saham biasa
|
H
|
H
|
H
|
H
|
|
Saldo laba
|
*
|
*
|
*
|
*
|
C = kurs berlaku (current rate
H = kurs historis
* = balancing (residual) figure representing
a composite of successive current rate
5.4 Pengaruh
Translasi pada Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Anak Perusahaan AS di Indonesia
Tabel 5.2: Neraca Anak Perusahaan AS di Indonesia
|
|
Rp
|
$0.000125 =
Rp1 sebelum
Devaluasi
|
$0.000100 =
Rp1 kurs
Berlaku
|
$0.000100 =
Rp1 current
Non-current
|
$0.000100 =
Rp1 monetary
Non-monetary
|
$0.000100 =
Rp1 temporal
|
|
Kas
|
600.000
|
75
|
60
|
60
|
60
|
60
|
|
Piutang
|
1.200.000
|
150
|
120
|
120
|
120
|
120
|
|
Persediaan
|
1.800.000
|
225
|
180
|
180
|
225
|
180a
|
|
Aktiiva tetap
|
3.600.000
|
450
|
360
|
450
|
450
|
450
|
|
Total
|
7.200.000
|
900
|
720
|
810
|
855
|
810
|
|
Utang
|
1.800.000
|
225
|
180
|
180
|
180
|
180
|
|
Utang j
pjng
|
2.400.000
|
300
|
240
|
200
|
240
|
240
|
|
Modal saham
|
3.000.000
|
375
|
300
|
330
|
435
|
390
|
|
Total
|
7200.000
|
900
|
720
|
810
|
855
|
810
|
|
Esposure akuntansi (Rp)
|
3.000.000
|
1.800.000
|
(2.400.000)
|
(600.000)
|
||
|
Keuntungan/kerugian translasi ($)
|
(750
|
(45)
|
60
|
15
|
||
Catatan jika kurs pertukaran tidak berubah,
laporan yg ditranslasi akan sama semua metode translasi.
a = asumsikan persediaan berdasarkan mana yg lebih
rendah harga pokok atau harga pasar. Jika didasarkan pada biaya historis
neracantemporal identik dengan metode monetary non-monetary.
Pada tabel di atas, neraca
hipotesis sebuah anak perusahaan multinasional AS di Indonesia menunjukkan
jumlah-jumlah rupiah pada kolom pertama dan pada kolom kedua adalah dolar AS
ekuivalen saldo-saldo rupiah ketika kurs Rp1 = $0.000125 atau Rp8.000 = $1.
Jika rupiah mengalami depresiasi 25%:
maka kurs menjadi Rp1 = $0.000100 atau Rp10.000 = $1 dengan hasil
translasi sebagai berikut:
Kurs berlaku (current
rate) menghasilkan (a) exposure akuntansi Rp7.200.000.000 – Rp4.200.000.000 =
Rp3.000.000.000 dan (b) kerugian translasi ($375,000 - $300,000 = $75,000. Current-noncurrent dengan rupiah net current assets atau liability position menghasilkan (a) exposure akuntansi Rp600.000.000 + Rp1.200.000.000 + Rp1.800.000.000 – Rp1.800.000.000
= Rp1.800.000.000 dan (b) kerugian translasi
$375,000 - $330,000 = $45,000.
Monetary-nonmonetary adalah rupiah monetary assets atau liability position menghasilkan (a)
Rp600.000.000 + Rp1.200.000.000 – Rp1.800.000.000 – Rp2.400.000.000 = (Rp2.400.000.000)
dan (b0 keuntungan translasi $435,000 - $375,000 = $60,000.
Temporal menghasilkan (a) exposure
akuntansi Rp3.000.000.000 – Rp3.600.000.000 = (Rp600.000.000) dan (b)
keuntungan translasi $390,000 - $375,000 = $15,000, karena modal dan aset tetap
rentan (terbuka) terhadap perubahan kurs.
Tabel 5.3:Laporan Penghasilan (rugi) anak
perusahaan AS di Indonesia
(dalam 000)
|
|
Rp
|
$0.000125 =
Rp1 sebelum
Devaluasi
|
$0.000100 =
Rp1 kurs
Berlaku
|
$0.000100 =
Rp1 current
Non-current
|
$0.000100 =
Rp1 monetary
Non-monetary
|
$0.000100 =
Rp1 temporal
|
|
Penjualan
|
8.000.000
|
1.000
|
800
|
800
|
800
|
800
|
|
HPP
|
4.000.000
|
500
|
400
|
400
|
500
|
500*
|
|
Depresiasi**
|
360.000
|
45
|
36
|
45
|
45
|
45
|
|
Beban lainnya
|
1.600.000
|
200
|
160
|
160
|
160
|
160
|
|
Penghasilan sebelum PPh
|
2.040.000
|
255
|
204
|
195
|
95
|
95
|
|
PPh (30%)
|
612.000
|
(76,5)
|
(61,2)
|
(61,2)
|
(61,2)
|
(61,2)
|
|
Keuntungan/kerugian translasi***
|
-
|
-
|
(75)
|
(45)
|
60
|
15
|
|
Penghasilan (rugi) bersih
|
1.428.000
|
178,\.5
|
67.8
|
88.8
|
(26.2)
|
(48.8)
|
Catatan: contoh ini mengasumsikan bahwa laporan
laba rugi disiapkan setelah devaluasi
*
= mengasumsikan bahwa persediaan dicatat pada harga pasar
pada akhir periode
** = Estimasi usia aset tetap diasumsikan 10
tahun
***= contoh ini mencerminkan
bagaimana laba akan terlihat senadainya semua keuntungan atau kerugian traslasi segeri direfleksikan dalam
penghasilan berjalan.
5.5 Laporan
Keuangan Valuta Asing
Translasi jika valuata lokal sebagai valuta
fungsional. Berdasarkan
FAS No.52/IAS
(1) Semua aset dan kewajiban valuata asing
ditraslasi kedolar memakai kurs yg berlaku pada tanggal neraca; akun-akun modal
ditraslasi dengan kurs historis (current-noncurrent).
(2) Pendapatan dan beban ditraslasi memakai
kurs yg berlaku pada tanggal transaksi; walaupun untuk tujuan
percepatan kurs rata-rata tertimbang boleh digunakan.
(3) Keuntungan dan kerugian traslasi
dilaporkan dalam komponen terpisah ekuitas pemegang saham konsolidasi.
Penyesuaian pertukaran ini tidak dimasukkan ke laporan laba rugi sampai operasi
luar negeri dijual atau jika diketahui investasi telah mengalami penurunan.
Sebagai ilustrasi pada berikut
ini, laoran keuangan komparatif 31/12/20X1 dan 20X2 C&M Corp. (anak
perusahaan AS dengan pemilikan 100%) dan laporan laba rugi untuk tahun yg
berakhir 31/12/20X2 disajikan sebelum dan sesudah translasi ke dolar. Modal saham
diterbitkan dan aset tetap diperoleh pada saat kurs VA1 = $.17. Persediaan yg
ada pada tanggal 1/1/20X2 diperoleh selama kuartal keempat tahun 20X1. Pembelian
(VA6.250), penjualan,
beban lain dan dividen (VA690)
terjadi secara merata selama 20X2. Laba ditahan dalam dolar AS per 31/12/20X1
berdasarkan metode temporal adalah $316a, berdasarkan metode berlaku $856.
Kurs-kurs untuk tahun kelender 20X2 adalah sebagai berikut:
1/1/20X2 VA1
= $.23
31/12/20X2 VA1
= $.18
Rata-rata
selama tahun 20X2 VA1 = $.22
Rata-rata
selama kuartal ke-4 20X1 VA1
= $.23
Rata-rata
selam kuartalke-4, 20X2 VA1
= $.19
Tabel 5.4: Laporan Keuangan C&M
|
|
Sebelum traslasi
|
Setelah traslasi
|
||||
|
Neraca
|
31/12/20x1
|
31/12/20X2
|
Kurs
|
Ekuivalen dolar
|
||
|
Kas
|
VA
300
|
VA 500
|
$.18
|
$
90
|
||
|
Piutang (neto)
|
1.300
|
1.000
|
.18
|
180
|
||
|
Persediaan (lower of FIFO or market
|
1.200
|
1.500
|
.18
|
270
|
||
|
Aktiva tetap
|
9./000
|
8.000
|
.18
|
.1440
|
||
|
|
VA
11.800
|
VA
11.000
|
|
$
1.980
|
||
|
Utang
|
VA
2.200
|
VA
2.400
|
.18
|
$
432
|
||
|
Utang jangka panjang
|
4.400
|
3.000
|
.18
|
540
|
||
|
Modal
|
2.000
|
2.000
|
.17
|
540
|
||
|
Saldolaba
|
3.200
|
3.600
|
a
|
404*
|
||
|
Penyesuaian
translasi (kumulatif)
|
B
|
264**
|
||||
|
Total
|
VA
11.800
|
VA
11.000
|
$1.980
|
|||
|
Laporam
Penghasilan tahun yang berakhir 31/12/20X2
|
|
|||||
|
Penjualan
|
|
VA
10.000
|
.22
|
$
2.200
|
||
|
Beban:
HPP
Penyusutan (garis lurus)
Lain-lain
|
5.950
1.000
1.493
|
(8.443)
|
.22
.22
.22
|
(1.309)
(220)
(328)
|
||
|
Laba operasi
|
|
VA
1.557
|
|
$
343
|
||
|
PPh
|
|
(467)
|
|
(103)
|
||
|
Penghasilan bersih
|
|
VA
1.090
|
|
$
240
|
||
|
Saldo laba
31/12/20X1
|
|
3.200
|
|
316a
|
||
|
Kurangi dividen
|
|
(690)
|
.22
|
(152)
|
||
|
Saldo laba
31/12/20X2
|
|
VA
3.600
|
|
VA
404*
|
||
A = temporal
* = saldo
laba setelah translasi
** = penyesuaian translasi kumulatif dihitung 2 tahap pada (1) awal tahun
dan (2) tahun berjalan.
Tabel 5.5 Perhitungan penyesuaian traslasi (kumulatif) sebesar $264
dilakukan sebagai berikut:
|
Penyesuaian translasi kumulatif pada awal tahun
|
|||
|
Aset bersih 31/12/20X1
|
|
VA5.200
|
|
|
Dikalikan kurs per 31/12/20X1 (VA1=$.23)
|
|
X
$.23
|
|
|
|
|
$
1.196
|
|
|
Kurangi: seperti dilaporkan dalam modal
31/12/20X1:
|
|
||
|
Modal saham VA1=$.17
|
$
340
|
|
|
|
Laba ditahan (temporal)
|
316
|
656
|
|
|
Penyesuaian translasi kumulatif 1/1/20X2
|
|
$540
|
|
|
Penyesuaian translasi kumulatif pada tahun
berjalan
|
|||
|
Aset bersih 31/12/20X1
|
|
VA
520
|
|
|
Dikalikan dengan perubahan kurs berlaku
Kurs
31/12/20X1
Kurs
31/12/20X2
|
VA1 = $.23
VA1 = $.18
|
X
$(.05)
|
(260)
|
|
Perubahan dalam aset bersih tahun 20X2
|
|
VA
400
|
|
|
(laba bersih dikurangi dividen)
|
|
|
|
|
Dikalikan dg perbedaan kurs rata-rata dan kurs
akhir tahun:
Kurs
rata-rata
|
VA1 = $.22
VA1 = $.18
|
X
$(.04)
|
$
(160
|
|
Total
|
|
|
$
(276)
|
Catatan: Penyesuaian translasi kumulatif final untuk tahun 20X2 adalah
$264, yaitu berasal dari penambahan penyesuaian translasi tahun 20X2 ($275)
atas saldo awal ($540).
Translasi jika dolar AS sebagai valuta fungsional. Dalam hal ini laporan keuangan valuta
asing ditraslasi ke dolar menggunakan metode temporal sesuai dengan FAS No.8,
yaitu:
1. Aset dan kewajiban moneter ditraslasi
menggunakan kurs yg berlaku pada tanggal laporan keuangan; unsur-unsur
non-moneter termasuk akun-akun modal ditranslasikan dg kurs historis.
2. Pendapatan dan beban ditranslasi memakai
kurs rata-rata untuk periode yg dimaksud kecuali unsur-unsur yg berkaitan dg
unsur-unsur nonmoneter (seperti: hpp dan beban depresiasi) yg ditranslasi
memakai kurs historis.
3. Keuntungan dan kerugian translasi
dimasukkan ke dalam laba berjalan.
Tabel 5.6: Metode temporal (dolar AS sebagai
valuta fungsional)
|
|
Valuta asing
|
Kurs
|
Ekuivalen dolar
|
|
Akun-akun Neraca
Aset
Kas
|
VA
500
|
$.18
|
$
90
|
|
Piutang
|
1.000
|
.18
|
180
|
|
Persediaan
|
1.500
|
.19
|
285
|
|
Aset tetap
|
8.000
|
.17
|
1.360
|
|
Total
|
VA
11.000
|
|
$
1.915
|
|
Kewajiban dan modal
Utang
|
VA
2.400
|
.18
|
$
432
|
|
Utang jangka panjang
|
3.000
|
.18
|
540
|
|
Modal
|
2.000
|
.17
|
340
|
|
Laba ditahan
|
3.600
|
a
|
340
|
|
Penyesuaian translasi (kumulatif)
|
-
|
b
|
-
|
|
Total
|
VA
11.000
|
|
$
1.915
|
|
Akun-akun laporan Laba rugi
Penjualan
|
VA
10.000
|
.22
|
$ 2.200
|
|
HPP
|
(5.950)
|
c
|
(1.366)
|
|
Penyusutan (garis lurus)
|
(1.000)
|
.17
|
(170)
|
|
Lain-lain
|
(1.493)
|
.22
|
(328)
|
|
Keuntungan/kerugian pertukaran agregat
|
-
|
d
|
206
|
|
Pajak penghasila
|
(467)
|
.22
|
(103)
|
|
Laba bersih
|
VA
1.090
|
|
$
439
|
|
Laba ditahan 31/12/20X1
|
3.200
|
|
316
|
|
Kurang: dividen
|
(690)
|
.22
|
(152)
|
|
Laba ditahan 31/12/20X2
|
VA
3.600
|
|
$
603
|
a lihat
laporan laba rugi dan laba ditahan
b dalam metode temporal penyesuaian translasi
(keuntungan dan kerugian) muncul
secara
langsung dalam laporan konsolidasi bukan dalam modal
c ekuivalen dolar dari harga pokok penjualan
diperoleh dengan mentranslasikan komponen
komponen
harga pokok penjualan, yaitu pembelian atau biaya produksi ditambah
persediaan awal dan dikurangi persediaan akhir, menggunakan kurs yg
sesuai.
Persediaan awal VA1.200 x $.23
= $
276
Pembelian VA6.250 x $.22
= $1.375
Harga pokok
barang tersedia untuk dijual $1.651
Persediaan akhir VA1.500 x $.19
= $ 285
Harga pokok
penjualan $1.366
d Angka keuntungan/kerugian agregat
menggabungkan keuntungan dan kerugian transaksi dengan keuntungan/kerugian
translasi
perhitungan
penyesuasian pertukaran yg menggabungkan keuntungan/kerugian transaksi dg
keuntungan/kerugian translasi sebagai berikut:
= Aset moneter – kewajiban moneter
31/12/20X1 x perubahan kurs berlaku
= VA1.600 – VA6.600 x
($.18 - $.23) = $250
Ini
dilanjutkan dg menghitung perubahan dalam posisi aset moneter neto
31/12/20X1 VA(5.000)
31/12/20X2 VA(3.900)
VA
1.100
Komposisi
perubahan:
Sumber
unsur moneter x perbedaan antara kurs akhir tahun dengan kurs rata-rata:
Laba bersih VA 1.090
Penyusutan VA 1.000
VA
2.090 x ($.18 - $.22) = $(84)
Penggunaan unsur moneter x perbedaan
antara kurs akhir tahun dengan kurs rata-rata:
Peningkatan
persediaan VA 300
Dividen VA 690
VA 990
x ($.18 - $.22) = $40
Dengan demikian maka penyusutan pertukaran
agreagat adalah jumlah dari setiap keuntungan atau kerugian transaksi dengan
komponen-komponen individual di atas, yaitu $250 + $(84) + $40 = $206.
5.6 Penutup
Perusahanaan
dengan operasi luarnegeri yg signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi
yang memungkinkan para pem aca laporan untuk mendapatkan pemahaman yg
holistikatas operasi perusahaan, baik domestik dan luar negeri. Untuk mencapai
hal ini laporan keuangan anak perusahaan yg berdenominasi dalam mata uang asing
disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian
ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut sebagai
translasi.
Transaksi
mata Ung asing terjadi pada pasar spot, forward atau swap. Mata uang yang
dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam
waktu 2 hari kerja.
Ada
empat metode yg dapat digunakan untuk mentranslasi laporan keuangan yg
dinyatakan dalam mata uang asing,yaitu: current rate method, current-noncurrent
method, monetary-nonmonetary method dan temporal method.
Test/Umpan
balik
1. Definisikan yang dimaksud dengan transaksi
mata uang asing!
2. Catat persamaan dan perbedaan antara
current-noncurrent method dengan monetary-nonmonetary method!
3. Benarkah pernyataan bahwa tanpa translasi,
perusahaan yg mempunyai ccabang atau anak di luar negeri tak dapt menyusun
laporan keuangan.
4. Sebutkan perbedaan antara pasar spot dan
swap.

0 komentar:
Posting Komentar